Bangga sebagai bangsa Indonesia

Agustus 20th, 2009 by bangunimamsantoso

“Bangga sebagai bangsa Indonesia”.

Bangga sebagai bangsa Indonesia.
Bangga sebagai warga negara Indonesia.
Bangga sebagai pemuda Indonesia.
Bangga sebagai generasi penerus Indonesia.
Banyak orang menilai kalimat-kalimat tersebut itu apakah sebuah pernyataan, pertanyaan, anjuran, atau sebuah perintah? Bagaimana mungkin persepsi-persepsi itu muncul dari mulut warga negara Indonesia itu sendiri. Sebenarnya warga Indonesia ini adalah warga yang sangat cerdas, kritis, unik, dan juga kreatif. Banyak gagasan dan pendapat yang tidak biasa keluar dari mulut setiap warganya. Coba saja tanyakan kepada 3 juta masyarakat Indonesia dengan 1 pertanyaan yang sama “bagaimana anda memandang Indonesia yang sekarang ini dari segala aspeknya baik ekonomi, politik, budaya, generasi mudanya, proses demokrasinya dan lain sebagainya?” pasti akan ada 3 juta jawaban, 3 juta kritik, juga 3 juta saran yang berbeda satu sama lain, namun ada satu yang sama, yaitu “harapan”, dari semua pendapat yang mereka kemukakan baik itu menjurus kearah kritik, saran, caci makian terselip harapan buat bangsa dan negara Indonesia ini. Secara tidak langsung mereka berharap Indonesia menjadi lebih baik lagi, menjadi lebih maju lagi, menjadi lebih membanggakan lagi, pada intinya warga Indonesia selalu berharap agar Indonesia selalu berkembang dan berkembang lagi menjadi negara yang lebih kuat, “itu menurut kebanyakan orang”.

Sebenarnya agak sedikit menggelitik seh, masa seh warga berharap kepada negara??? Kalau diperjelas lagi, Indonesia ini hanya sebuah nama dari suatu kawasan yang besar, dimana dalam kawasan tersebut terdapat sumber-sumber dari alam yang telah disediakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Indonesia” berasal dari kata dalam bahasa latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalam bahasa yunani nesos yang berarti “pulau”. Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Jadi agak konyol kalau ada warga yang berpendapat “negara ini tidak bisa memberi apapun unuk kita, disini semua serba sulit, coba kayak negara A, negara B atau negara C, semua serba mudah.”
Sehebat apakah Indonesia???
Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, terletak di garis khatulistiwa dan berada di antara 2 benua Asia dan Australia serta antara 2 samudra Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Karena letaknya yang berada di antara dua benua, dan dua samudra, ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Terdiri dari 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim. Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7 karena jalurnya yang strategis. Oleh karena itu Bisa dibilang Indonesia adalah negara yang unik, karena hanya ada satu Indonesia dan hanya ada satu yang seperti indonesia.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Indonesia memiliki populasi besar dan wilayah yang padat, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia. Semboyan nasional Indonesia, “Bhinneka tunggal ika” (”Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara. Indonesia dibentuk dari keanekaragaman bukan keseragaman, perbedaanlah yang membentuk Indonesia bukan kesamaan. Jadi mengapa kita harus ribut mengenai perbedaan, karena perbedaan akan memberi solusi dari suatu masalah. Indonesia juga merupakan ilmu, berapa banyak para peneliti dari luar negeri yang datang untuk mencari asal muasal kehidupan, mereka meneliti manusia purba, Indonesia termasuk yang memiliki peninggalan purba terbanyak. Para peneliti asing itu menghargai Indonesia karena kekayaannya, karena keberagamannya, karena misteri yang ada di Indonesia juga.
Seandainya negara Indonesia bisa berbicara mungkin hanya ada kata-kata sedih dan air mata beserta curahan hati darinya. Negara ini telah memberikan banyak untuk warganya, tempat tinggal, sumber daya alam yang melimpah, semua telah diberikan olehnya. Kalau indonesia diibaratkan seorang manusia, dahulu pasti dia adalah manusia yang sangat gemuk, kaya raya, baik hati, dermawan, tanpa pamrih juga seorang guru yang teladan bagi para orang yang mencari ilmu padanya. Tapi sekarang indonesia mulai tua diumurnya yang ke-64, mulai kurus karena semuanya telah diberikan kepada masyarakatnya, bagaimana tidak, dahulu sumber daya alam di Indonesia melimpah ruah, tapi sekarang sudah menipis. Untuk siapa Indonesia berkorban? Tentu saja untuk semua makhluk yang ada di bumi kawasannya, bukan hanya untuk makhluk yang bernyawa, bahkan untuk makhluk yang sudah kehilangan nyawanya pun masih butuh Indonesia untuk dapat beristirahat dalam damai. Dengan semua pengorbanan yang telah dilakukan Indonesia apakah kita pantas untuk tidak bangga terhadap Indonesia, apakah kita pantas untuk tidak menhormati Indonesia, apakah kita pantas selalu mengkritik dan mengatakan bahwa Indonesia tidak bisa dibanggakan.

Jadi apakah kalimat-kalimat dibawah ini sebuah pernyataan, pertanyaan, anjuran, atau sebuah perintah?
“Bangga sebagai bangsa Indonesia”
“Bangga sebagai warga negara Indonesia”
“Bangga sebagai pemuda Indonesia”
“Bangga sebagai generasi penerus Indonesia”

Yang benar adalah “suatu kesadaran”.
Sadarlah kita lahir di negara yang penuh keanekaragaman, Indonesia.
Sadarlah kita besar di negara yang dewasa, Indonesia.
Sadarlah kita hidup di negara yang besar, Indonesia.

Banggalah menjadi bangsa Indonesia karena kita terlahir sebagai warga Indonesia dengan kehebatan dimasa lalu sampai dengan sekarang untuk Indonesia. Indonesia hanyalah sebuah nama, tanpa generasi yang membangunnya, Indonesia tidak akan menjadi apa-apa, maka banggalah menjadi bangsa Indonesia dan bangun Indonesia untuk menjadi lebih baik, karena baik saja tidak cukup tapi lebih baik masih mungkin.

“Jangan tanya apa yang bisa negara kasih buat kita, tapi tanya dalam diri kita, apa yang bisa kita kasih buat negara.”

Halo dunia!

Agustus 20th, 2009 by bangunimamsantoso

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!